Kenangan

Setiap sore dalam teras rumah nenek, aku merasakan kenangan yang berseri. Suara terdengar air di kolam rumah, suara bersorak anak-anak bermain, dan aroma kue dari dapur nenek selalu menyenangkan. Aku sering bermain dengan sepupu-sepupuku di sana, mengadakan cerita-cerita lama dari nenek, dan membayangkan masa kecil yang indah.

  • Nenekku adalah sosok yang ceria.
  • Ia selalu memainkan nilai-nilai luhur dan kecerdasan.
  • Simpulan di teras rumah nenek adalah harta yang akan aku jaga selamanya.

Bersama Nenek di Halaman Rumah

Sore hari yang cerah ini, aku bermain nenek di teras rumah. Kami sedang menikmati udara sejuk dan sinar matahari yang hangat. Aku membawa air untuk nenek sambil bercerita tentang hari ini di sekolah. Nenek tersenyum mendengar ceritaku dan memainkan aku beberapa cerita lama tentang masa kecilnya. Kami menghabiskan waktu dengan penuh kasih sayang. Aku merasa sangat beruntung bisa mengikuti nenek di teras rumah.

Secangkir Teh Hangat di teras Nenek

Udara lembut malam menyelimuti teras nenek. Suara jangkrik terdengar pelan, merdu seperti lagu. Aroma teh yang manis memenuhi udara. Nenek duduk di bangku rotan dengan tenang, sembari menatap bintang-bintang yang berkelap-kelip.

Saya mengunjungi sampingnya dan mengambil satu kopi hangat dari tumbler. Rasa manis kopi terasa begitu nikmat di tengah udara yang sepi.

Cerita lucu di Taman Teras Nenek

Nenekku punya taman teras yang luas. Setiap hari aku suka main di sana. Suatu hari/Kemarin/Esok, aku lihat ada seekor burung yang bermain. Dia makansemangka dengan gembira. Aku terhibur melihatnya. Nenekku datang dan berkata, "Wah! Kucing itu lucu sekali!/Lihatlah si kucing yang ceria!/Kucing itu sedang berpesta!".

Aku pun/juga/sekali TerasRumahNenek tertawa bersama nenekku. Taman teras nenekku memang tempat yang menyenangkan.

Teras Rumah Nenek : Surga Kecilku

Rasanya sangat nyaman duduk di teras rumah nenek. Udara di sana selalu terasa asyik. Kala aku masih kecil, aku sering menghabiskan waktu di di sana. Aku suka mendengarkan cerita nenek.

  • Kini, saat aku sudah besar, aku tetap merasa senang datang ke teras rumah nenek.
  • Terkadang, aku duduk di sana dan menyusun rencana untuk hari esok.

Semua telinga di teras rumah nenek selalu mendengar suara cakar kucing. Suara itu seperti menenangkan hati.

Kebahagiaan di Dekat Jendela

Di teras rumah tua yang berkelap-kelip, terpancar taut sedang. Sinar matahari menembus dinding rumah, membangkitkan warna yang penuh riuh. Di sana, seorang ibu duduk sambil membacakan, bersama pada lembaran tua. Kayu di teras bergoyang pelan, seperti ikut menari dalam ketertiban.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *